“Kita kalah, Ma.”
“Kita telah melawan Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”
***

Itulah percakapan terakhir antara Minke dan Nyai Ontosoroh yang merangkum seluruh cerita dari Bumi Manusia, bagian pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Kekalahan yang terhormat bukanlah kiamat. Ia justru akan melahirkan daya hidup baru untuk mengobarkan perjuangan dan perlawanan terhadap ketidakadilan, yang menjadi jantung cerita dari keseluruhan Tetralogi Buru tersebut.
