Mispersepsi Metodologi Pendidikan

Analisis penulis atas pemahaman pengajaran Kiai Mujib dalam hal ini jelas ada kebahayaan besar atas murid yang yang merasa benar dengan argumentasinya dan berani menyalahkan suatu argumen dari orang lain. Pemahaman atas kesalahan guru itu lebih utama dari pada benarnya murid menjadi sebuah argumentasi yang secara konseptual berlandaskan dari hadits Rasulullah:

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَهُ سَمِعَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَقُوْلُ : إِذَا حَكَمَ الحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَحَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dan dari Amr bin Ash bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seorang hakim bersungguh-sungguh dalam memutuskan suatu perkara dan keputusan itu sesuai dengan kebenaran berarti telah mendapatkan dua pahala, dan jika keliru maka dia mendapatkan satu pahala.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Hadist di atas sudah familiar di kalangan teman-teman santri yang mana ijtihad dari hakim bernilai kebajikan di mata Allah, sebab ia telah berusaha menjawab sebuah permasalahan hukum kontemporer dengan dasar dalih syariat. Benar dan salah memiliki nilai tersendiri, sama dengan murid yang sekolah mencari ilmu itu sudah mendapatkan pahala, apalagi ia paham dan bertambahnya keilmuan yang ia pelajari.

Guru akan mengantarkan murid untuk bersungguh sungguh belajar bukan untuk memahamkan dan menjadikan murid pintar, akan tetapi hanya mengimplementasikan hadist nabi berikut:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Maka, apabila guru memaksa kemampuan anak didiknya “sama”, maka ia seperti perumpamaan perlombaan hewan. Ada suatu kisah, suatu saat diadakan lomba berenang. Pesertanya bebas, hewan apa pun bisa mengikuti. Gajah, burung, kera, dan ikan ikut perlombaan itu. Hasil akhir semua hewan tenggelam dan mati kecuali ikan.

Alhasil, pemahaman dari perkataan Kiai Mujib bisa memberikan makna yang tinggi apabila kita lihat dari aspek yang lebih luas. Kebenaran menjadi nilai yang tinggi sebab الحق من ربك , sampai mana kapasitas seseorang bisa memahami atas al haq tersebut.

Tinggalkan Balasan