Guru berdasarkan kemampuannya akan mampu memilah dan memilih mana yang benar dan salah. Kebenaran murid masih berpotensi salah dan dosa, sebab ia mendalihkan kebenaran tanpa dasar ilmu. Kesalahan murid menjadi dosa, sebab kesalahan dan kebodohan diperoleh lantaran enggan menambah ilmunya. Dan, kebenaran guru berpotensi berpahala sebab ia telah belajar (tolabbul ilmi) dan juga benarnya apa ia katakan. Kesalahan guru berpahala sebab ia telah berusaha mendasarkan pendapatnya dengan ilmu.
