Misteri Maryam, Maria, Mary…

Lesley Hazleton, wartawan-penulis kelahiran Inggris ini, dengan tekun melakukan riset sejarah untuk mengungkap siapa Maryam sebenarnya, senyatanya, sebagai perempuan yang berdarah dan berdaging, bukan sosok yang “dikonstruksi” sesuai dengan pikiran dan imajinasi banyak orang berabad-abad kemudian. Atau yang dikenal oleh masyarakat dunia dua ribu tahun kemudian.

Untuk ini, Lesley Hazleton tinggal di Yerusalem selama 13 tahun. Bertahun-tahun ia menyusuri perbukitan Galilea, daerah yang dulu, dua ribu tahun lalu, menjadi tempat tinggal Maryam. Ia juga menguasai bahasa Ibrani, Arab, dan Aramaik. Baginya, itu modal bagus untuk melakukan riset sejarah hidup Maryam. Tapi, yang lebih penting lagi, pengalaman tinggal selama bertahun-tahun di Yerusalem, Nazareth, atau Palestina memberi Lesley Hazleton pemahaman mendalam tentang subjek yang ditelitinya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Buku Panggil Aku Maryam, atau Maryam Histories —A Mary: A Flesh and Blood Biografy of The Virgin Mother dalam versi Inggris, inilah hasilnya.  Buku terbitan IRCiSoD (2020) setebal 372 halaman ini terdiri dari 11 bab yang terbagi dalam tiga bagian. Bagian pertama diberi judul “Dunia Maryam”. Bagian ini menjelaskan latar belakang sosial, politik, dan keagamaan Nazareth saat Maryam tumbuh menjadi perempuan penggembala-tani. Latar belakang itulah yang membentuk pribadi Maryam. Selain sebagai perempuan penggembala-tani, Maryam adalah juga seorang bidan, seorang penyembuh, yang dipelajari dari neneknya.

Pusat perhatian buku ini ada di bagian kedua yang berdujul “Rahim Maryam”. Sesuai judulnya, bagian ini berusaha mengungkap perihal yang paling sensitif sekaligus sensasional: kehamilan Maryam. Berdasarkan hasil risetnya, Lesley Hazleton mengungkap berbagai kemungkinan yang menyebabkan Maryam “hamil di luar nikah” dengan segala argumennya.

Kemungkinan pertama, tentu saja, Maryam hamil karena “dikehendaki” Tuhan dengan cara meniupkan ruh Tuhan. Dengan begitu, meskipun hamil, Maryam tetap perawan. Versi ini juga diceritakan dalam al-Quran.

Kemungkinan kedua, Maryam hamil oleh pasangannya atau suaminya. Buku ini menyebut nama Yusuf sebagai “pelindung” Maryam. Apakah dengan demikian Yusuf menjadi ayah biologis Yesus atau bukan, itu soal lain.

Tinggalkan Balasan