Misteri Maryam, Maria, Mary…

Kemungkinan ketiga, Maryam hamil karena diperkosa oleh tentara Romawi. Di zaman itu, pemerkosaan terhadap gadis-gadis Nazareth oleh tentara Romawi merupakan pemandangan sehari-hari. Karena itu, secara historis, Lesley Hazleton tidak menutup kemungkinan ini yang terjadi.

Tapi, tetap saja buku Lesley Hazleton ini tak pernah menyimpulkan kemungkinan mana yang terjadi sebenarnya. Ia hanya menegaskan bahwa, tersebab oleh kemungkinan yang mana pun, setiap kelahiran, termasuk kelahiran Yesus, selalu ilahiah, selalu ada campur tangan Tuhan. Jika pun yang terjadi adalah kemungkinan kedua atau ketiga, tersebab oleh perkosaan, misalnya, tak akan membuat kelahiran Yesus nista. Pada titik ini, Lesley Hazleton memberikan tantangan: beranikah kita memikirkannya begitu?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bagian ketiga buku ini tak kalah menarik, dan justru memberikan perspektif baru dalam Kristianitas. Di bawah judul “Perempuan-perempuan Maryam”, buku ini mengungkap peran penting dan strategis para perempuan dalam penyebaran kebangkitan dan ajaran Yesus —al-Quran menyebutnya Isa.

Ketika Yesus disalib, hasil riset Lesley Hazleton menunjukkan bahwa para pengikut Yesus yang laki-laki ketakutan dan melarikan diri untuk bersembunyi. Yang tinggal menjadi saksi penyaliban dan kemudian menguburkan Yesus adalah para perempuan yang mengasihinya, terutama Maryam dan Maria Magdalena, yang disebut-sebut sebagai pelacur pengikut Yesus paling setia.

Di zaman itu, menguburkan mayat yang disalib sebagai hukuman dari penguasa Romawi nyaris sama dengan bunuh diri. Salah-salah akan disalib juga. Maka, perlu keberanian lebih bagi perempuan-perempuan itu untuk bisa menguburkannya. Entah dengan cara apa, dipimpin Maryam, para perempuan itu berhasil mengambil jasad Yesus kemudian mengurapinya dan menguburkannya di dalam gua batu dengan layak. Mereka jugalah, para perempuan itu, yang akhirnya menjadi saksi kebangkitan Yesus.

Di luar perdebatannya akan kebangkitan Yesus, Lesley Hazleton memberi perhatian khusus kenapa akhirnya Injil dan gereja justru menepikan peran suci Maryam dan para perempuannya dalam penyebaran ajaran Kristianitas, dikalahkan oleh para rasul yang justru muncul belakangan. Andai saat itu para perempuan ini tak berinisiatif merawat dan menguburkan jenazah Yesus, apa yang akan terjadi?

Tinggalkan Balasan