Purworejo, 2025.
MONOLOG BATU DI TEPI AL-AQSA

Aku batu,
bukan senjata.
Tapi tanganku dilemparkan
oleh bocah yang kehilangan ayah
dan bahasa.
Aku tidak bisa berdoa.
Tapi saat lutut-kaki mereka menciumku,
aku tahu,
tak ada tanah yang lebih suci
dari tubuh yang ditindas.
Tiap pijakan
adalah sejarah yang dipatahkan,
dan setiap jalan
berujung pada luka yang dibungkus
dengan doa paling sunyi:
“Selamatkan kami, ya Rabb,
dari mereka yang mengira Kau milik satu bangsa.”
Purworejo, 2025.
PALESTINA ADALAH SEBUAH PERTANYAAN
Apakah tanah bisa berdarah?
Apakah pohon zaitun bisa berkata:
“Jangan tebang aku,
aku menyimpan kenangan anak yang tertawa di bawahku?”
