Muhammadiyah, salah satu organisasi massa berbasis keagamaan terbesar yang selama ini lebih berkhidmat pada sekolah-sekolah modern, kini mulai intens dalam pengembangan pendidikan pesantren. Dalam lima tahun terakhir, jumlah pesantren yang dikelola Muhammadiyah mengalami lonjakan signifikan.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, seperti dikutip dari lama resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, Sabtu (13/3/2021. Pada tahun 2000, misalnya, jumlah pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah baru sekitar 67. Lalu, Muktamar Muhammadiyah di Makassar pada 2015, diketahui jumlahnya telah bertambah menjadi 167 pesantren.

Saat ini, pada 2021, jumlahnya melonjak menjadi 380 pesantren. Tentu, jumlah tersebut belum bisa jika dibandingkan dengan jumlah pondok pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) yang mencapai puluhan ribu. Namun, bagi Haedar Nashir, hal tersebut merupakan fakta yang menggembirakan.
“Jumlah ini tentu menjadi modal untuk pengembangan pesantren sebagai wadah institusi yang menghasilkan kader ulama Muhammadiyah yang tentu sangat dipentingkan untuk saat ini dan ke depan,” katanya saat berbicara dalam forum Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah.
