TIKAR TUA, DOA BARU
Tikar kita tak dari negeri jauh,
cuma anyaman bambu tua di serambi mushola.
Berdua, kita duduk—
bukan memadu kasih, tapi memadu takbir.

Kau membaca Al-Fatihah,
aku mengaminkan dengan mata basah.
Kita tak perlu cahaya lilin,
karena dari wajahmu, kulihat iman menyala.
Sajadah bukan syarat cinta,
cukup ruang kecil tempat kita kembali.
Tiap rakaat jadi janji baru:
bila cinta tumbuh di hadapan-Nya,
ia tak lekang oleh dunia.
Wonosobo, 2024.
LANGIT YANG PERNAH MENGAJI
Langit pesantren tak tinggi,
tapi cukup untuk menggantung harap.
Ia saksi tak tertulis
atas setiap air mata yang jatuh di atas kitab.

Sajak yang liriknya mengingatkan saya ketika belajar di pondok,,,