Nangka Sadugel dan Santri Terbang

“Iya, benar, Kiai. Amalan yang diberikan Kiai waktu saya sowan ke sini dulu itu yang saya amalkan.”

“Amalan apa memangnya?” Kiai rupanya lupa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Itu, Kiai… waktu pertama kali saya ke sini dan saya minta amal-amalan untuk jaga-jaga.”

“Yang mana, Dun?” Kiai makin penasaran.

“Itu, Kiai, yang bacaannya ‘Bismillah Nangka Sadugel’ itu.”

“Ohhh… itu toh. Sekarang aku baru ingat,” sahut Kiai.

Pertemuan pun selesai dan Madun pulang.

Sepulangnya Madun dari pesantren, Kiai mencoba amalan yang dibaca oleh Madun sehingga menjadi hebat bisa berjalan di atas air. Sebab, dalam hati Kiai merasa malu kalau dirinya tidak sehabat muridnya. Pada malam harinya, Kiai menuju kamar mandi sambil membaca alaman yang pernah diberikan kepada Madun.

Sesampainya di kamar mandi, pintu di tutup, dan Kiai akhirnya naik ke bak mandi sambil membaca “Bismillah Nangka Sadugel” berulang-ulang kemudian melompat ke dalam bak mandi. Apa yang terjadi? Kiai tercebur dan basah kuyub karena tidak bisa berjalan di atas air.

Karena gagal, Kiai berusaha mencoba lagi, namun kali ini tetap gagal. Akhirnya, pada percobaan yang ketiga kalinya, dilihat sama Ibu Nyai dan terjadilah percakapan.

“Pak, ngapain malam-malam mandi pakai jebur segala, apa tidak dingin?”

Dengan wajah malu, Kiai berkata, “Nggak, nggak ngapa-ngapain, cuma iseng saja, coba-coba jebur boleh, kan, bu?”

“Ada-ada saja bapak ini, kayak anak kecil saja, he-he-he…”

Tinggalkan Balasan