Nasihat dari Sebuah Cerpen

“Selain cepen yang model begini, tidak bisa ya?” begitu Beliau berkata setelah sejenak memperhatikan isi dari majalah dinding di kelas itu.

Tidak ada satu pun yang berbicara. Seisi kelas diam dalam sunyi. Semua merasa salah dan takut. Meskipun tidak ada perintah untuk dicabut dari pemuatan naskah, tetapi perkataan Beliau telah melecut pikiran kami untuk tidak membuat karya yang cenderumg riskan dengan konteks yang kurang islami.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Demikianlah Beliau, KH Warits Ilyas (alm) begitu perhatian, bahkan terhadap hal yang remeh-temeh sekalipun. Tentu saja, saya sebagai santri Beliau merasa diperhatikan dan diarahkan kepada hal yang lebih baik. Menuju masyarakat madani yang akan menghadapi berbagai tantangan dan rintangan di masyarakat, kelak di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan