Ngaji Nashaihul Ibad: Memaknai Kehidupan Dunia dan Akhirat

 

Kegiatan bulanan ngaji kitab Nashaihul Ibad yang diampu oleh KH Ali Fikri A Warits, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, dilaksanakan di kediaman Nyai Maknunah (Nyai Nunung), Sumber Tombet, Batuputih, Sumenep, Madura pada Sabtu, 24 Juli 2021. Pengajian dihadiri alumni Pondok Annuqayah di sekitar Kecamatan Batuputih. Pengajian ini diprakarsai Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Batuputih.

Kitab Nashaihul Ibad ditulis oleh Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Asqalani. Pada pengajian kali ini, Kiai Fikri membahas bab perbandingan kehidupan dunia dan akhirat. Dalam penjelasannya, Kiai Fikri mengutip hadis Rasulullah, yang bersabda bahwa akan datang suatu masa umat muslim lari dan menghindar dari para ulama. Maka, pada saat itu Allah akan menghilangkan berkah rezeki, memberikan pemimpin yang zalim, dan mereka akan meninggalkan dunia (mati) tanpa membawa iman (su’ul khatimah).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian Kiai Fikri melanjutkan penjelasan pada bahasan beriktunya. Pada bahasan ini disebutkan, Abu Bakar As-Shidiq berkata, “Orang yang masuk ke dalam kubur (meninggal dunia) tanpa membawa bekal amal kebaikan, maka seakan-akan ia mengarungi lautan tanpa bahtera (perahu).”

Tinggalkan Balasan