Dalam penjelasannya, Kiai Fikri mengatakan bahwa terlalu fokus dan cenderung kepada dunia akan menggelapkan hati. Sebaliknya, cenderung dan mengumatakan akhirat akan membinarkan cahaya di dalam hati. Keseimbangan antara dunia dan akhirat itu baik, tetapi jauh lebih baik jika kehidupan akhirat lebih diutamakan.
Bahasan berikutnya terkait dengan maqalah (ucapan) Ali bin Abu Thalib RA. Maqalah ini berkenaan dengan ilmu dan kemaksiatan. Sahabat Ali berkata, “Orang yang mencari ilmu ia akan mendapati surga, dan orang yang melakukan maksiat ia akan masuk ke dalam neraka.” Ilmu adalah cahaya dalam kehidupan. Dengan ilmu seseorang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Sementara kemaksiatan adalah cacat dan buruk. Mereka yang melakukan maksiat dan kejelekan akan menemui neraka.

Berikutnya adalah apa yang diungkapkan oleh Yahya bin Mu’az RA. Beliau berkata, “Orang yang mulia tidak akan maksiat kepada Allah swt. Dan orang yang bijak tidak akan memilih dunia dan meninggalkan akhirat.” Bahwa kemuliaan seseorang adalah jika ia melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan orang yang bijak adalah seseorang yang mendahulukan dan mengutamakan akhirat daripada dunia.
Demikian pengajian kitab Nashaihul Ibad pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang telah disampaikan oleh KH Ali Fikri berdasar kitab “Nasihat-nasihat bagi Para Hamba” mendapat rida dan berkah dari Allah. Sementara kami para alumni Annuqayah, selalu dan senantiasa berkesempatan untuk menimba ilmu pengetahuan dengan semangat yang selalu menyala. Akhirnya, pengajian kali ini ditutup dengan doa kafaratul majlis.
