Sebuah riwayat terkait dengan doa minum kopi diajarkan oleh Rasulullah. Dikisahkan dari Sayyid Nahlawi Ibnu Sayyid Khalil bahwa ia mendengar cerita yang dituturkan oleh gurunya yang bernama Syaikh Salim Samarah tentang seorang sufi dari tanah Maghribi (Maroko). Suatu ketika seorang sufi berjumpa Rasulullah dalam keadaan terjaga (sadar). Kemudian sufi tersebut menuturkan halnya kepada Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, saya suka meminum kopi.” Lalu Nabi memerintahkan sang sufi untuk membaca doa khusus saat menyeruput kopi yang biasa diminumnya. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا نُوْرًا لِبَصَرِيْ وَعَافِيَةً لِبَدَنِيْ وشِفَاءً لِقَلْبِيْ وَدَوَاءً لِكُلِّ دَاءٍ يَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ (ثم يتلو البسملة)
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kopi yang saya teguk sebagai cahaya bagi penglihatanku, kesehatan bagi badanku, penawar hatiku, obat bagi segala penyakit, duhai Zat yang Mahakuat dan Mahateguh. Kemudian membaca ‘bismillahirrahmanirrahim.’”
Nabi kemudian melanjutkan sabdanya, “Malaikat akan terus memintakan ampunan untukmu selama rasa kopi masih menempel di mulutmu.” (Muhammad Idris, Alif.id, 2020).
Doa dalam segala hal dianjurkan di dalam Islam. Setiap perkara yang dipandang penting, maka mesti diawali dengan doa. Ud’uni astajib lakum,” (berdoalah kepadaku, nisacaya aku kabulkan). “Addu’a silahul mukminin,” (doa itu senjatanya orang mukmin). Dan masih banyak lagi keterangan terkait dengan doa. Bahwa doa adalah awal segala hal untuk melakukannya.
Shaikh ibn Ismail Ba ‘Alawi menyatakan bahwa meminum kopi yang ditujukan untuk memperkuat ibadah dan keimanan, bisa mengantarkan pada kondisi qahwa ma’nawiyah (qahwa yang ideal) dan qahwa al-Sufiyya, kondisi yang menyenangkan ketika seorang hamba Tuhan bisa mengetahui rahasia-rahasia tersembunyi di dunia ini dan dunia langit.
Para darwis dari Tarekat Syadziliyah ini termasuk penganut sufi yang paling aktif dalam segala urusan duniawi. Konon, pendiri tarekat ini, Shaikh Abul Hasan asy-Syadzili, enggan mengangkat murid yang belum mempunyai pekerjaan. Maka, kopi dipandang memberi manfaat untuk mendongkrak gairah kerja yang pada akhirnya bisa mendorong perekonomian.
Setiap makanan atau minuman (yang halal) akan berdampak positif apabila dikonsumsi dengan bijak. Menikmatinya dengan cara tidak berlebihan, serta memperhatikan kandungan gizi yang ada di dalamnya. Terkait dengan kopi, akan berdampak positif apabila dikonsumsi dengan cara wajar, tidak berlebihan, dan meluruskan niat (mendekatkan diri kepada Allah).
