“Ngopi Merdeka” Bareng Santri Annuqayah

Senada dengan itu, Qudsi Wahid dari Kancakona Kopi mengatakan, “Sekarang kalau bicara untung itu susah, Mas. Siapa tahu dengan berbagi kita dapat berkah doanya para santri,” ujarnya sambil tertawa.

Antusiasme santri sangat luar biasa atas adanya program ini. “Sayang sekali ini hanya di (pondok) putra. Padahal santri putri begitu dapat kabar adanya kegiatan Ngopi Bareng, mereka juga nunggu-nunggu, lho. Ngarep, gitu. Eh, ternyata hanya di santri putra,” demikian komentar Ida Ar-Rayyan, salah satu guru santri putri di Pesantren Annuqayah. Ida Ar-Rayyan ingin menyampaikan bahwa suatu saat di waktu-waktu yang akan datang, kegiatan “Ngopi Bareng” hendaknya juga diadakan di pondok putri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dan sebagaimana seringnya, selalu saja ada kelucuan dan keunikan di kalangan santri. Seduhan kopi yang sebenarnya dibagikan menggunakan paper cup, tiba tiba ada santri yang maju ke antrean menyodorkan teko besar, “Kak, kopi, Kak,” ucapnya dengan wajah datar dan tak acuh.

Saat ditanya mengapa pakai teko besar, dia menjawab, “Supaya tidak berkerumun antrenya, Kak. Jadi nanti tinggal dibagi dengan teman teman.”

Rasanya benar juga ya, di masa pendemi tidak boleh ada kerumunan, harus jaga jarak, dan protokol Covid-19 lainnya, merupakan suatu hal yang tidak boleh diabaikan.

Tinggalkan Balasan