NU Merinstis Jalan Damai Dunia (1)

Semua forum yang diinisiasi, digerakkan, dan diselenggarakan NU selalu melibatkan para pemimpin, ulama, dan tokoh agama dari berbagai aliran paham keislaman. Semua dihimpun oleh NU untuk diajak bersamaa-sama mewujudkan perdamaian dunia dan menegakkan keadilan.

Selain menyelenggarakan event konferensi, para pemimpin NU juga aktif  melakukan lobi-lobi dan negosiasi dengan para tokoh Islam dan pemimpin dunia untuk membangun perdamaian. Gus Dur melakukan lobi kepada para pemimpin Yahudi hingga terlibat dalam Yayasan Simon Perez. KH Hasyim Muzadi melakukan pendekatan langsung dengan para pemimpin Hamas dan Fattah serta para pemimpin Timur Tengah untuk mengajak mereka berunding. KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU sekarang, berkeliling menemui tokoh dunia untuk menyerukan pentingnya perdamaian dunia. Beliau bertemu Sekjen Rabithah Alam Islami, Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, dan bertemu dengan para ulama al-Azhar di Mesir.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Gus Yahya Staquf, Katib Syuriyah PBNU, langsung bertemu dengan pemimpin Israel dan Barat ketika menjadi pembicara dalam forum global yang diselenggarakan oleh America Jewish Committee (AJC), serta bertemu Paus Fransiskus saat menghadiri forum Inisiatiff Agama-agama Ibrahim (Abrahamic Faiths Initiative) yang dilaksanakan di Vatikan. Hal yang sama juga dilakukan Gus Yaqult,  Ketua Umum Anshor, bertemu Paus Fransiskus untuk menyampaikan dukungan terhadap Dokumen Persaudaraan Manusia yang disepakti antara Paus dengan Grand Syekh al-Azhar, Ahmad Thayyep dalam event Paus Human Fraternity Meeting.

Untuk melihat peran NU dalam menjalankan agenda mewujudkan perdamaian dunia, tulisan singkat ini secara spesifik membahas upaya NU merintis jalan damai dunia dari Afganistan, karena langkah ini merupakan tindakan praktis yang dilakukan NU dalam membangun perdamaian. Bukan sekadar wacana dan imbauan, tetapi melalui gerakan dan operasi lapangan yang nyata.

Selain itu, keterlibatan NU dalam merintis perdamaian di Afganistan merupakan langkah yang strategis, karena merupakan ormas keagamaan Indonesia yang secara intens terlibat dalam perdamaian Afghanistan dengan cara-cara diplomasi kultural dan jalur non-formal. Pendekatan yang dialukan NU lebih mengedepankan pertautan rasa dan hati daripada pendekatan hukum dan politik. Ini menriak untuk dicermati.

Tinggalkan Balasan