Nyai Rahmatun (2): Belajar Politik Jadi Jurkam

Keadaan yang menyedihkan semacam itu perlahan namun pasti semakin terkikis oleh kegigihannya dalam melakukan perubahan total akan model-model lama, yang memosisikan perempuan “hanya” sebagai empu penjaga kasur, sumur, dan dapur, dan tidak berhak mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

2 Replies to “Nyai Rahmatun (2): Belajar Politik Jadi Jurkam”

Tinggalkan Balasan