Di antara karya tulis Nyai Rahmatun yang sampai saat ini terus diperbaharui adalah kitab Adzkaarus Shalah, yang memuat bacaan-bacaan salat fardhu dan sunah, doa-doa dan zikir-zikir setelah salat wajib dan sunah, serta zikir-zikir yang secara umum bisa dibaca di mana saja dan kapan saja.
Selain itu, masih ada puluhan macam selawat Nabi juga terdapat di dalamnya. Zikir-zikir dan bacaan-bacaan selawat tersebut, setelah diteliti oleh beberapa ahli agama, bukanlah amalan-bacaan yang sembarangan, tetapi sanadnya jelas bersumber dari Al-Quran dan hadis-hadis Nabi serta dari ulama-ulama salaf yang sufi, faqih, dan kompeten di bidang ilmu agama.

Karya tulis beliau berikutnya adalah Aqaaidul Khamsiin, yang berisi tentang tauhid yang mencakup sifat-sifat dan nama-nama Allah, nama-nama para Nabi dan Rasul dan risalah-risalah mereka, nama-nama para malaikat dan tugas-tugasnya, kisah-kisah seputar alam mahsyar, alam kubur, alam mizan, hisab, hari kiamat, neraka, surge, dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah dan keimanan.
Berikutnya adalah kitab Suratul Kahfi dan maknanya dalam bahasa Madura, Suurotu Yaa siin dan maknanya dalam bahasa Madura, dan Suuratu Maryam dan maknanya dalam bahasa Madura.ย Ketiga kitab tersebut ditulis atas rekomendasi dan izin kakaknya, KH Syamsul Arifin Nur, sebagai guru tafsirnya. Dalam mengajarkan kitab-kitab tersebut Nyai Rahmatun memang sengaja tidak menyertakan ke dalam tulisannya tersebut tafsir dan penjelasannya, karena kehati-hatiannya dalam menafsirkan suatu surat atau ayat Al-Quran.
Oleh karena itu, dalam setiap kesempatannya pengajian, biasanya Nyai Rahmatun selalu berkonsultasi terlebih dahulu kepada gurunya tersebut, sambil membaca kitab-kitab tafsir lainnya yang tentunya berbeda-beda.

๐
Thanks for duniasantri.co. ๐๐๐๐