Nyai Rahmatun Nur (3): Perjuangan Menjadi Penulis

Karena kegemarannya membaca dan menulis, maka konon setiap alumni yang bekerja di Arab Saudi menelepon dan menawarinya untuk dikirimi sesuatu. Biasanya Nyai Rahmatun minta dikirimi kitab.

Ada beberap kitab kiriman santrinya yang sampai saat ini masih terpelihara, di antaranya Ihya Ulumuddin juz 1-3, kitab Al-Ummu juz 1-5, dan beberapa kitab tafsir, tasawuf, dan fiqih. Dan hingga pada usia di atas setengah abad, Nyai Rahmatun tidak segan-segan belajar dan mengaji kitab-kitab tersebut kepada menantu-menantunya yang pernah ada, di antaranya lulusan Pesantren Sidogiri dan pesantren-pesantren besar lainnya, dengan penuh sifat wara dan rendah hati.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karya tulis beliau berikutnya adalah Kitabul Fiqhi. Kitab tersebut didaur ulang oleh penerusnya menjadi dua versi. Ada versi Arab dan ada versi Latin. Hal itu untuk mempermudah siapa saja yang mempelajarinya, baik dari kalangan orang tua kuno yang tidak bisa tulisan Latin maupun kalangan muda modern yang semakin jarang pandai tulisan Arab.

Hingga saat ini, kitab-kitab karya Nyai Rahmatun tersebut dijadikan salah satu materi wajib Madrasah Diniyah, majelis-majelis taklim dan majelis-majelis zikir yang pernah dirintisnya, yang kemudian dilestarikan oleh penerusnya.

2 Replies to “Nyai Rahmatun Nur (3): Perjuangan Menjadi Penulis”

Tinggalkan Balasan