ODE UNTUK PAHLAWAN PENDIDIKAN

SANG PENERANG JIWA

Barang kali di antara gelap gulita
sosoknya selalu hadir dengan sinar mempesona
mengeja ratusan kata menjadi bahasa
hingga engkau abdikan purna usia
kepada bumi pertiwi tercinta

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Barangkali otak kami seperti batu
keras jika tidak ada tetesan air
sebagaimana cerita usang masa lalu
antara Ibnu hajar dan air mengalir
engkau terus mengairi otak-otak yang kadang mumet untuk sekedar berpikir.

Bagiku engkau penerang jiwa
merasuk dalam sendi raga
bersemayam merangkai makna
prilaku pun menjadi tauladan mulia

Ia, dia adalah guru penuntun rindu
penerang jiwa di atas kepala
sampai uzur ufuk jalan waktu
kegigihan mu mengetuk logika
selalu terpatri bersama rintihan doa.

Stidkis, 2026.

Tinggalkan Balasan