Seleksi masuk program magister Ma’had Aly Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, diikuti 219 peserta. Seleksi tertulis ini dilakukan pada Kamis, 30 April 2026, di Gedung Al-Karim Lirboyo dan akan diikuti dengan seleksi tahap berikutnya.
Ratusan peserta tersebut memperebutkan kursi di Marhalah Tsaniyah (jenjang S2/magister) dengan konsentrasi atau takhassus Fikih Kebangsaan. Konsentrasi Fikih Kebangsaan merupakan disiplin ilmu yang melatih mahasantri agar mampu memberikan solusi hukum Islam yang moderat dan relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Peserta tidak hanya berasal dari internal Pesantren Lirboyo. Banyak peserta yang berasal dari luar lingkungan Pesantren Lirboyo. Para calon mahasantri wajib melewati rangkaian ujian ketat selama dua hari.
Pada hari pertama, materi ujian berfokus pada Buku Fikih Kebangsaan Jilid I-III. Di sini, peserta harus menjawab soal uraian yang menuntut logika berpikir tajam serta analisis sistematis terhadap berbagai isu sosial aktual.
Sementara, pada hari kedua dilakukan ujian lisan. Sesi ini dibagi menjadi dua gelombang untuk mengakomodasi jumlah peserta. Di hadapan dewan penguji, peserta harus melewati empat pos penilaian.
Yang pertama pendalaman kitab. Pada tahap ini, peserta membaca dan menjelaskan kitab Kanzurroghibinm serta Syarh Jam’ul Jawami menggunakan metode makna gandul.
Yang kedua munaqosyah. Pada tahap ini, peserta diminta mempertanggungjawabkan argumentasi ujian tulis mereka secara lisan.
Selanjutnya dilakukan psikotes. Tes ini untuk pemetaan karakter dan kesiapan mental untuk menempuh pendidikan tingkat tinggi.
Dan yang terakhir adalah uji hafalan. Pada tahap ini, khusus peserta non-alumni Lirboyo ada kewajiban setor hafalan minimal 3 juz Al-Qur’an dan 150 hadis dari kitab Jami’ul Ulum wal Hikam
Pelaksanaan ujian tulis pada Kamis dipantau langsung oleh Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo KH Atho’illah Sholahuddin Anwar.
