Olok-olok

Sungguh saya tak pernah bisa mengerti, bagaimana bisa orang beragama, orang sedang beribadah, sambil mengolok-olok pihak lain, sambil menyakiti sesama makhluk ciptaan Tuhan. Seakan-akan, agama tak pernah mengajarkan apa yang disebut sebagai empati atau tepo seliro. Di sini, warisan Sunan Kudus menjadi teladan yang bernas.

Pada masa hidupnya, Sunan Kudus melarang umat Islam menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Alasannya, sapi dipandang sebagai hewan suci oleh pemeluk Hindu. Saat itu, di Kudus memang masih banyak masyarakat penganut Hindu. Sunan Kudus tak ingin menyakiti hati umat Hindu dengan menyembelih sapi di depan mata mereka. Sebagai gantinya, masyarakat muslim Kudus menyembelih kerbau sebagai hewan kurban. Jejaknya masih ada sampai kini; beribadah tanpa menyakiti pihak yang berbeda keyakinan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Empat belas abad yang lampau, Nabi Muhammad, manusia yang agung itu, sudah membawa ajaran yang melarang umatnya untuk mengolok-olok bahkan kepada sesembahan umat yang beragama lain. Inilah kutipan terjemahan dari Al-Qur’an, surat Al-An’am ayat 108:

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Apa yang ditegaskan dalam Al-Qur’an nyata terbukti hari-hari ini. Begitu kita sebagai muslim mengolok-olok simbol-simbol, sesembahan, atau Tuhan agama lain, maka hal sebaliknya juga terjadi. Para pemeluk agama lain juga mengolok-olok simbol-simbol, sesembahan, atau Tuhan agama Islam. Saling berolok-olok, saling menista, kemudian saling menyakiti. Itulah yang akhirnya terjadi. Seperti tergambar dari plot komedi satir di pembuka tulisan ini.

Maka, sungguh tak bisa dimengerti jika ada pendakwah atau pengikutnya yang menjadikan olok-olok terhadap simbol-simbol agama lain atau umat agama lain sebagai bagian dari ibadah, sebagai bagian dari syiar. Sepertinya mereka lupa Al-Qur’an telah melarangnya.

One Reply to “Olok-olok”

Tinggalkan Balasan