Omon-omon Salam Berapa Jari

Di kamus mana pun saat ini belum bisa ditemukan entri omon-omon ini.  Selain mendengar dari Prabowo, banyak yang tidak tahu asal usul istilah omon-omon dan apa maknanya. Jika didasarkan pada konteksnya, orang hanya bisa meraba-raba maksudnya. Bisa jadi omon-omon merupakan plesetan dari omong-omong atau cuap-cuap doang. Bisa jadi, istilah ini dipakai untuk melabeli sosok yang selama ini dikenal sebagai hanya jago bicara.

Sampai di situ, baik gemoy maupun omon-omon telah menjadi bagian dari strategi kampanye untuk memenangi kontestasi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lalu, kian dekat hari coblosan, muncul istilah “Salam 4 Jari”. Bingung? Mungkin. Sebab, dalam Pemilihan Presiden kali ini hanya diikuti tiga kontestan dengan nomor urut 01, 02, dan 03 —dan tidak ada kontestan nomor 04. Semestinya, salam untuk tiap kontestan sesuai nomornya: Salam 1 Jari, Salam 2 Jari, dan Salam 3 Jari. Adakah kontestan keempat sehingga ada Salam 4 Jari? Mungkinkah ada bumbung kosong atau kotak kosong dalam surat suara? Nyatanya tidak.

Setelah ditelisik, rupanya gerakan Salam 4 Jari alias Four Fingers muncul pertama kali pada akhir Januari di unggahan akun X @johnmuhammad_. Istilah Salam 4 Jari ini kemudian menjadi perbincangan publik. Sedikitnya ada dua seruan penting yang menyertai munculnya gerakan Salam 4 Jari. Pertama, menyerukan agar pemilih tidak golput. Kedua, menyerukan agar pemilih mencoblos kontestan nomor 01 atau 03 —dan menghindari 02. Rupanya, dari penjumlahan nomor kontestan 01+03=4 itulah istilah Salam 4 Jari muncul.

Artinya, gerakan ini lebih menegasikan satu kontestan dan mendorong pemilih untuk memilih dua kontestan lainnya. Sebab, “hanya” itulah pilihan yang tersedia. Secara sederhana, gerakan Salam 4 Jari ini dapat diartikan sebagai kampanye “asal bukan 02 yang menang”. Seberapa besar pengaruh dari gerakan Salam 4 Jari, kita baru akan tahu pada 14 Fabruari nanti.

Tinggalkan Balasan