Orangutan IKN Main ke Rumah

Menurutku ya, kalau ibu kotanya rusak ya dibenarkan aja dulu, jangan ditinggal. Trus, supaya yang baru tidak ikut rusak, orang harus pakai sepeda. Biar tidak banyak polusi udara. Kalau naik sepeda, semua orang bisa kendarai sendiri, tidak ada polusi. Sehat pula. Becak bisa juga, tapi saya tidak tega liat orangnya mengayuh. Trus, kalau banyak pakai sepeda, penjual sepeda tambah banyak juga nanti.

Pokoknya ya, saya maunya nanti Samarinda tidak tambah banjir, hutan tidak rusak gara-gara ada IKN. Binatang-binatang tidak hilang rumahnya trus ketemu manusia di jalan-jalan.  Jadi malas nanti pulang liburan pondok.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Eh umiku ngolok, katanya emang Radhwa tuh siapa, ngomong kayak orang penting aja, emang didengarin?

Saya bilang ya, “undzur maa gola walaa tandzur man qola”. Jangan lihat siapa yang mengatakannya, tapi lihat apa yang dikatakan. Radhwa kan juga orang Samarinda, capek kalau banyak masalah.

Jadi jangan rusak ibu kotanya.

Tambahkan solusinya supaya bagus. Jadi makmur. Gitu.

3 Replies to “Orangutan IKN Main ke Rumah”

  1. Tulisan ini mengingatkan kita untuk perduli dengan mahkluk hidup yang kehilangan habitatnya, namun siapa yg perduli oleh oknum sebagai pelakunya. Secara realita memang jelas kalau pembangunan IKN ini akan ada dampak besarnya terutama hewan seperti orang utan namun pembangunan terus berlanjut, selebihnya bagaimana tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinya. Mungkin tulisan ini akan mengingatkan kita semua bahkan smoga terdengar sampai ke pemerintah untuk mencari solusinya. 😇

  2. Menurut saya tulisan ini menjadi sebuah kritik membangun bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan IKN kedepan. Dimana, pemerintah yang dapat bertindak lebih tegas terhadap penanganan satwa liar wilayah IKN agar tidak terjadi kepunahan, karena pembangunan IKN sendiri menurut saya adalah sebuah langkah yang dipilih untuk memperluas pengenalan wilayah Indonesia yang sangat luas dan mengurangi desentralisasi pulau jawa yang menurut saya perlu pembenahan berlanjut.
    Mohon tulisan ini dapat menjadi pengingat bersama bahwa wilayah IKN juga memiliki penduduk asli, baik masyarakat setempat maupun satwa asli Kalimantan yang perlu dilestarikan.

  3. Ibukota Negara Nusantara dapat menjadi pusat kegiatan Peradaban Dunia yang sangat vital untuk dibangun lebih cermat. Peradaban sumber daya manusia beserta seluruh sumber daya alam didalamnya sangat beraneka-ragam. Pemerintah harus serius memikirkan dampak ke depannya. Paru-paru dunia harus tetap terjaga, karena merupakan hal terpenting untuk kelangsungan makhluk hidup dunia. Bangunlah tempat cagar alam, budaya dan margasatwa yang sangat luas, demi keberlangsungan hidup mereka. Pemerintah jangan hanya memikirkan kehidupan saat ini, tapi pikirankan juga kehidupan kami beberapa puluh tahun ke depan.
    Salam Literasi…. by Fahira Azzahrah (9 tahun)

Tinggalkan Balasan