Lalu bagaimana cara merajutnya? Ya tentu harus melalui proses pendidikan. Baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan di rumah. Yang jelas, yang paling penting adalah keteladanan, karena terjadinya keretakan ukhuwah selama ini adalah sebab hilangnya akhlak, miskin teladan, renggangnya atau rusaknya toleransi, dan hilangnya tasamuh. Maka jalan keluarnya adalah melalui proses pendidikan di sekolah, pendidikan keluarga, maupun di masyarakat.
Hikmah dari merajut tali persaudaraan adalah kebersamaan. Dan kebersamaan ini yang dalam bahasa agama disebut silaturrahmi. Jalinan kasih sayang itu akan membawa dampak positif terhadap kehidupan manusia, karena manusia tidak mungkin hidup sendiri. Jadi dengan hidup bersama akan melahirkan kebersamaan. Dengan kebersamaan niscaya kita akan bekerja sama dengan baik untuk menjalani hidup bermasyarakat maupun dalam rangka membangun kebudayaan dan peradaban di dunia.

Itulah hikmah yang terkandung dalam ukhuwah, dan agama sudah mengajarkan bahwa kalau mau panjang umur, lancar rezeki, tingkatkanlah silaturrahmi. Itu esensi ukhuwah yang harus selalu menjadi pertimbangan. Karena itu, egosentrisme dalam kelompok ormas yang mengarah kepada fanatisme berlebihan, kemudian melihat orang di luar kelompoknya sebagai orang lain, harus ditinggalkan, sebab kita adalah saudara seagama dan sebangsa.
