PADA SETIAP HALAMAN PERTAMA DI WAJAHMU
Di halaman pertama wajahmu, tersimpan senyum yang sangat hambar, bagi penyuka manis sepertiku,

Di antara kerut dahimu, tersimpan gelisah
Yang bersimpuh lusuh, bagi ragaku yang sangat bersih oleh kata
Di lekuk alismu, terbentang harap tak terucap, yang terlihat sangat pucat bagi pemilik bibir merah sepertiku
Dan di ujung matamu
Tersimpan beribu tanya yang undur,
Sebab mulut orang-orang menyumpalmu dengan perkataan kasar
: Dan bagiku pada setiap halaman pertama wajahmu, hanyalah kesedihan dari fatamorgana dunia
