Juruan Laok 23.
SINGKAT YANG DEKAT

Salam kepada pendiri malam,
Tempat di mana segala rindu berlabuh,
Dalam embus angin yang menyimpan aromamu,
Tanpa sadar
Kulihat malam mengetuk jendela
Menampakkan sosokmu yang sekarat
Sebab rindu menyusup, dalam rongga paling dalam
Hati yang sedari tadi gelisah,
Tiba tiba saja tertata
Sebab bayang senyummu tiga hari yang lalu, berlabuh di mataku
Dalam wujud matamu yang biru
Ruang Imaji 23.
