BERTEMU YANG GAGAL
Entah sudah yang ke berapa kalinya
Mataku sayu di depan pintu
Hujan terus saja menari
Harapan terus saja mandi
Dalam tubuhku yang dingin sendiri

Entah di simpang tiga masih ada tubuhmu
Yang ramai dengan puisi,
Juga rambutmu yang basah sebab kata
Sungguh bayang yang indah dalam dunia yang fatamorgana
Hai tubuhku yang lain
Sudikah kau memberi kesempatan
Pada temu yang gagal?
: Bertemu kembali
Di setiap detik melaju ke selanjutnya
Juruan Laok 23.
