PADA HARI KETIKA NAMA MEREKA DISEBUT LAGI

4/
aku menyalakan televisi lagi
mendengar pidato panjang penuh kata “pengorbanan.”
tapi di antara kalimat yang dihafal itu
tak ada satu pun menyebut
betapa sulitnya setia pada negeri
yang sibuk bernegosiasi dengan kepentingan.
aku berpikir, mungkin para pahlawan itu
tak ingin disebut lagi tiap tahun.
mungkin mereka hanya ingin
kita berhenti menjual nama mereka
dalam bentuk perayaan tanpa perubahan.

5/
malamnya, aku berjalan ke taman makam pahlawan.
angin membawa bau tanah dan bunga plastik yang layu.
aku membaca nama-nama di nisan—
beberapa tak kukenal
beberapa tampak akrab di buku pelajaran.
lalu aku menunduk dan berbisik:
“terima kasih sudah menjaga negeri,
meski kami sering lupa menjaga ingatan.”
dan di antara sunyi yang lebih jujur dari pidato
aku merasa mereka menjawab pelan:
‘kami tak butuh dipuja,
cukup kau hidup dengan keberanian yang sama.’

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

LAGU NASIONAL YANG TAK SELESAI DINYANYIKAN

1/
di sekolah, kita hafal nama-nama
yang terukir di halaman terakhir buku paket.
mereka disebut setiap upacara
tapi wajah mereka semakin kabur
di bawah kibaran bendera yang setengah tiang,
setengah iklan.
suatu pagi aku dengar anak kecil bertanya:
“pahlawan itu siapa?”
dan ibunya menjawab:
“yang fotonya digantung,
tapi suaranya dilarang hidup.”

Tinggalkan Balasan