SAKU IBU
ibu mengecer uang di sakunya
fajar pagi, saat niat-niat berhasil dibisikkan

di dalam sakunya
jantung berdebar ke mana-mana
menerobos tanjakan yang berkelok
seperti harapan yang entah tak pernah berarah.
di dalam sakunya
bercahaya sangat
tapi ia luka
dari samudra yang usai ditambatkan
maka jika kau menerimanya
bayangkanlah gemintang di sana
ia hanya angka
yang tak ternilai deritanya.
Yogyakarta, 2026.
Sumber ilustrasi: pinterest
