Pakdhe

“Mereka pergi ke acara pernikahan anak dari temannya bapak, Pakdhe, aku malas untuk ikut. Di rumah saja lebih enak.” Kujawab sekenanya sambil terus memasang senyum mengambang. Kemudian Pakdhe meminta izin untuk pamit pulang. Kuantarkan ia sampai ke teras depan, tak lupa kulempar senyum dan salam pamitan sebelum ia mengayuh onthel tuanya dan hilang dari pandanganku.

Tinggalkan Balasan