PALESTINA YANG TERLUKA

Nyanyian adalah kata-kata
di dada Palestina: perjuangan adalah nafas
bagi Palestina: dukungan adalah dekap persaudaraan atas kemanusiaan mereka
yang terluka.
Sementara kata-kata dan suara (ini) juga bentuk kepal perjuangan.
untuk Palestina: tanah tempat dipijak, menyimpan kemanusiaan
yang meski terluka
berdarah-darah
tak boleh diambil kepemilikannya.
Selamanya: tanah Palestina adalah milik Palestina.
Selamanya: kemanusiaan adalah milik manusia.

III.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ardhi Zgheere Metli Zgheere
(Tanahku Kecil, seperti aku yang mungil)
Atouna Es-salam ‘Atouna Et-Tufoole
(Berikan kedamaian, berikan kami masa kecil kami)
A’touna Et-Tufoole (Berikan kami masa kecil)
A’touna Et-Tufoole (Berikan kami masa kecil)
A’touna Et-Tufoole (Berikan kami masa kecil)
A’touna, ‘Atouna, ‘Atouna Es-Salam

***

Senyum dan tangis di bawah langit Palestina hanya dipisahkan oleh suara bom,
tekad dan ketakutan dipisahkan keyakinan
hari-hari adalah dekap perjuangan.
Ketenangan adalah impian yang diperjuangkan.
Semesta, tidakkah Palestina adalah saudara bagi seluruh yang berperikemanusiaan?

IV.

 I am a child
(Aku adalah seorang bocah)
With something to say
(Yang ingin menyampaikan sesuatu)
Please listen to me
(Tolong dengarkan aku)
I am a child who wants to play
(Aku adalah seorang bocah yang ingin bermain)
Why don’t you let me
(Kenapa tidak kau biarkan aku)
My doors are waiting
(Pintuku menunggu)
My friends are praying
(Teman-temanku sedang berdoa)
Small hearts are begging
(Sebentuk hati mungil ini memohon)
Give us a chance Give us a chance
(Berikan kami kesempatan)
Please, please, give us a chance 

Tinggalkan Balasan