Pembacaan Semiotik atas Tragedi Ekologi di Pengujung 2025

Ekologi dan Teologi: Ekologi

Dalam merespon persoalan lingkungan ini,  pemerintah kita di Indonesia meletakkan isu lingkungan, sebagai program prioritas nasional yang disebut dengan ekoteologi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ekoteologi menekankan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya persoalan yang bersifat profan. Akan tetapi, juga persoalan spiritual. Sehingga, keimanan yang benar adalah keimanan yang melahirkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam semesta. Sebab, itu merupakan amanah dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa manusia adalah khalifah di muka Bumi. Karena itu, kita bertugas untuk memakmurkan bumi dan merawatnya. Bumi bukan sekadar tempat singgah untuk menjalani kehidupan. Tetapi, ia adalah buku kehidupan yang harus di-iqra’. Di dalamnya, terkandung ayat-ayat Allah yang tidak tertulis.

Miswari (2016) mengungkapkan, mereka yang mampu membaca buku kehidupan, sebagai ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Dengan pembacaan yang baik dan benar, serta jujur, kita akan memahami bahwa hal itu selaras dengan ayat-ayat Allah yang tertulis di dalam Al-Qur’an.

Denggan demikian, mengeksploitasi alam adalah bentuk pengingkaran kita terhadap ayat-ayat Allah. Sekaligus, bentuk pengkhianatan kita terhadap amanah Allah untuk menjadi khalifah di muka Bumi.

Tragedi dalam Semiotika

Tinggalkan Balasan