Pendidikan di Dunia Metaverse, Kemajuan atau Tipuan?

Di ruang metaverse, avatar yang merupakan jelmaan dari diri kita bebas beraktivitas mulai dari berbelanja, bermain, jalan-jalan, rapat, dan lain-lain. Hanya menunggu waktu segala aspek kehidupan manusia akan beralih ke metaverse, tak terkecuali pendidikan. Lantas, bagaimana konsep pendidikan di metaverse?

Kelak, ketika metaverse benar-benar terwujud, maka dunia pendidikan dipaksa untuk beradaptasi. Kegiatan belajar mengajar dapat diimplementasikan dari rumah masing-masing. Guru dan siswa tak lagi berada dalam satu ruang kelas. Mereka tersambung di dunia digital dengan menggunakan perangkat virtual reality (VR) yang kemudian dapat berinteraksi di dunia virtual.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kala itu juga gedung sekolah digantikan dengan gedung sekolah virtual. Bangunan sekolah yang nyata sekadar formalitas dan penunjang administrasi. Akhirnya, sekolah yang identik dengan keramaian para siswa tiba-tiba berubah sunyi. Kehidupan dunia pendidikan berpindah ke ruang maya dengan tampilan yang lebih mengesankan.

Sistem pembelajaran di metaverse juga akan berubah ke arah lebih fleksibel. Improvisasi materi pelajaran semakin mudah direalisasikan. Ketika siswa belajar tentang materi sejarah, maka metaverse akan menyajikan replika sejarah di depan mata para siswa dengan tampilan tiga dimensi yang memukau. Begitupun dengan materi pelajaran lain, akan mudah diakses melalui fitur metaverse dengan segala kecanggihannya.

Di metaverse, peran siswa tidak lagi pasif, sebagai penonton, tetapi bertindak lebih aktif sebagai subjek dengan replika avatar yang telah diciptakan. Para siswa bisa merasakan kehidupan artifisial di dunia meteverse baik dari indra suara, pendengaran, dan sentuhan. Peserta didik benar-benar bisa masuk ke tatanan dunia baru paling canggih abad ini.

Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik

Pertanyaan kunci, seberapa efektifkah kegiatan pembelajaran di metaverse? Apakah dapat menyentuh ranah koginitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik yang menjadi indikator kesuksesan pendidikan?.

Tinggalkan Balasan