Untuk ciri pesantren yang terakhir, pesantren komprehensif, memiliki sedikit perbedaan dengan dua tipologi sebelumnya. Pesantren tipe ini masih mengadopsi dua model sebelumnya, klasik yang diwakili ngaji kitab kuning, namun hanya dengan model bandongan atau halaqah, dan terus mengembangkan pendidikan formalnya, sistem persekolahan terus dikembangkan. Bedanya, pesantren tipe ini juga menerapkan atau mengaplikasikan pendidikan keterampilan, misalnya menulis dan desain grafis.
Saya pernah masuk dan mengenyam di pesantren tipe terakhir ini. Klasifikasi pesantren Baitul Kilmah asuhan kiai muda Aguk Irawan MN ke dalam tipe terakhir itu, pasalnya, awal mula berdiri pesantren divisikan sebagai pesantren penulis. Semua santri wajib menulis dan menelurkan karya. Di sela-sela menulis, usai maghrib diadakan ngaji kitab kuning secara bandongan. Sekarang, pesantren ini mendirikan SMK Peradaban Desa sebagai basis formalnya.

Perkembangan pesantren dalam hal pendidikan formal yang paling mutakhir ialah Ma’had Aly. Statusnya setara dengan perguruan tinggi pada umumnya. Penjelasan detail terkait konsep dan karakteristik pendidikan Ma’had Aly ada dalam tulisan terakhir esai ini.
Kurang lebih, penjelasan terkait karakteristik dan pola pendidikan pesantren telah dianggap cukup. Tentu, penjelasan dan data-data terkait tema ini terbuka untuk digugat dan dibantah. Secuil pengetahuan penulis terkait dunia pesantren, khususnya segi pendidikan pesantren ini, semoga bermanfaat.
