Di dalam Al-Quran dijelaskan, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu siapa yang ingkar kepada Thâgūt dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha endengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256).
Ayat ini menjelaskan tentang kebebasan untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Begitu juga yang dijelaskan di dalam Surat Al-Kafirun, “Lakum dinukum waliyadin, (bagimu agamamu dan bagiku agamaku”). Begitu jelas muatan nilai kebebasan untuk meyakini agama masing-masing. Maka, ketika ada seseorang yang mencoba merong-rong persatuan dan kesatuan, maka hal ini harus menjadi perhatian yang serius dari aparat keamanan. Agar tidak semakin meluas dan memantik permusuhan yang semakin tidak terkendali.
Yang jelas kritikan dan permintaan penangkapan terhadap Kace sudah keluar dari berbagai organisasi resmi Indonesia. Dari MUI, Muhammadiyah, PBNU, hingga Menag Gus Yaqut sudah menyatakan bahwa Kace melanggar hukum. Lebih jauh lagi, bahwa orang yang katanya murtad ini telah melanggar kerukunan beragama yang tentu saja bertentangan dengan undang-undang.
Sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap kondusif atas kasus yang ingin membuat kegaduhan ini. Sebab jika tidak disikapi secara dewasa, bukan tidak mungkin akan melahirkan polemik yang akan semakin memperkeruh suasana. Bersatu demi kemaslahatan bangsa adalah fokus utama untuk mencapai kehidupan yang harmoni, damai dalam hidup sosial kemasyarakatan.

Na’uzu billahi min dzalik. Itu orang harus di penjara.
Mayoritas orang marah dengan statement Kece, Joseph Zang, dkk. Semoga pemerintah awas dan mawas terhadap pelaku pengadu domba bangsa.
Beritanya sudah ditangkap di Bali, dan diserahkan ke Bareskrim. Semoga menjadi efek jera untuk tidak membuat keributan dan perseteruan. 🙏
Gerakan untuk memecah belah itu sudah dimobilisasi sejak dulu, dan bentuk serta cara untuk memecah belah macem2, yang kelihatan adalah model Takfiri, dan kita tahu, cara ini secara geneologi lahir dari mana? Dan agaknya sudah diisyaratkan oleh Nabi sejak beliau ditodong pedang oleh salah seorang pengikut Nabi karena menganggap tidak adilnya pembagian harta rampasan perang.
Bisa jadi Pak Kace adalah representasi geneologi model-model Takfiri itu. Bisa jadi lho ya…. Hehehe belum tentu maksud saya… Hehehehe
Terima kasih Ustaz, atas komentar yg mencerahkan ini. Artinya kita akan selalu dihadapkan pada ujian dan cobaan terkait dengan kasus ini. Tentu kita harus mengatur langkah, setidaknya, sekali lagi, setidaknya kita sebagai santri tidak terprofokasi oleh orang pemecah belah bangsa.
Saya yakin, jika kasus “Nabi diancam pedang” diangkat di duniasantri.co akan lebih memberikan deskribsi tentang gejolak pertentangan sudah ada sejak awal datangnya Islam. Ayo, segera diproses, Istaz, hee…