Ilmu Nahu dicetuskan oleh seorang ulama yang sangat terkenal pada zamannya, yaitu Imam Abu Aswad Adduali. Dikisahkan, pada suatu malam ketika beliau sedang duduk berdua dengan anaknya sambil menatap langit yang indah. Anaknya mengucap مَا أَحْسَنَ السَمَاءَ, yang artinya “betapa indahnya langit ini.”
Lalu Imam Abu Aswad Addualai membenarkan ucapan anaknya tersebut dengan menyebut مَا أَحْسَنَ السَمَاءِ. Maka dengan cerita tersebut, ulama-ulama Nahu menyebut beliau sebagai pencetus Ilmu Nahu. Kemudian, Ilmu Saraf dicetuskan oleh Imam Abu Muslim Ibn Muhammad Al-Muslim.

Dalam memahami al-Quran dan Hadits, kita juga perlu menguasai Ilmu Nahu dan Saraf ini. Karena, makna-makna yang tersurat dan yang tersirat dapat diketahui dengan menggunakan ilmu tersebut. Landasan tercetusnya Ilmu Nahu dan Saraf pun berdasarkan Hadits Nabi Muhammad yang berbunyi تعلموا العربية و علمواها الناس, yang artinya “pelajarilah wahai kalian akan Bahasa Arab dan ajarkanlah kepada manusia yang lain.”
