Berdasarkan hadits tersebut, dapat kita pahami bahwa Nabi Muhammad menganjurkan kepada umatnya untuk mempelajari Bahasa Arab karena Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan di dalam al-Quran. Dalam hadits lain disebutkan احبوا العرب لثلاث : لأني عربي و القرآن عربي و كلام أهل الجنة عربي , yang artinya “cintailah Arab karena tiga hal: karena aku orang Arab, karena al-Quran berbahasa Arab, dan percapakan ahli surga dengan bahasa Arab.”
Oleh karenanya, patut bagi diri kita mencintai Bahasa Arab dengan cara mempelajari dan mengkaji ilmu-ilmu yang bersangkutpaut dengan Bahasa Arab. Selain mendapatkan ilmu yang berkah dengan mempelajari Bahasa Arab, kita juga mengamalkan kandungan hadits yang telah disebut agar kita termasuk pada golongan yang mencintai dan mengamalkan Hadits Nabi Muhammad.

Dalam hal ini, salah satu yang sangat penting dipelajari ialah Ilmu Nahu dan Saraf, sebagaimana Imam Syarifuddin Yahya Al-Imrithy berkata di dalam nazom beliau: و النحو أولى أولا أن يعلما ~ اذي الكلام دونه لن يفهما , yang artinya “Ilmu Nahu itu yang paling penting dan hal yang paling awal untuk diketahui, karena jika ada perkataan (Bahasa Arab) tanpa menggunakan Ilmu Nahu, niscaya tidak akan dapat dipahami.”
