Pentingnya Mengendalikan Emosi dalam Islam

Berdasarkan definisi tersebut, emosi berhubungan dengan kondisi tubuh yang kemudian diekspresikan dengan beragam cara. Jika emosi tersebut diekspresikan melalui cara yang tidak sesuai dan cenderung berlebihan, tentu akan berdampak pada kondisi tubuh.

Pertama, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Dilansir dari Harvard Health Publishing, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah ledakan amarah, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung, atau risiko irama jantung.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua, memperburuk kecemasan. Hasil studi yang dilakukan pada 2012 dan diterbitkan dalam jurnal Cognitive Behavior Therapy, mengungkap, kemarahan dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan umum, suatu kondisi yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan dan tidak terkendali yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Ketiga, menyebabkan depresi. Jika kita tidak bisa mengontrol emosi yang meletup-letup maka berpotensi memunculkan rasa putus asa dan depresi.

Tinggalkan Balasan