Keempat, melemahkan sistem kekebalan tubuh. Seperti dikutip halodoc.com, para ilmuwan di Universitas Harvard meminta pada orang sehat untuk mengingat pengalaman marah dari masa lalu. Hasilnya dapat menyebabkan penurunan selama enam jam dalam kadar antibodi imunoglobulin A, yaitu garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.
Itulah sebabnya sejak awal Islam mengajarkan umatnya untuk bisa mengendalikan atau mengelola emosi atau marah. Dalam suatu hadits disebut, “Dari Athiyyah As-Sadi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudlu.” (HR Abu Daud, Nomor 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Selain itu, dalam al-Quran Allah berfirman: ِساَّنلاِنَعَنْيِفاَعْلاَىَظْيَغْلاَنْيِمِظٰكْلاَوِءٓاَّرَّضلاَوِءٓاَّرَّسلاىِفَنْىُقِفْنُيَنْيِذَّلاَۗنْيِنِسْحُمْلاُّبِحُيُهّٰللاَوۗ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134).
