PERANG DALAM SAJADAH
Aku santri
Tapi musuhku bukan hanya setan—juga diriku sendiri
Maksiat datang dengan bahasa cinta
Dan aku? Terlalu sering jatuh di dalamnya

Pukulku tak cukup kuat
Aku hafal ayat, tapi tak sanggup mengamuk
Tiap malam kubakar niat
Tiap pagi kujilat abu hangusnya
Ini perang yang tak pakai genderang
Dan aku berdarah, tapi tak ada yang lihat
Katanya sabar, katanya kuat
Tapi siapa peduli kalau aku terus kalah?
Purwokerto, 2025.
BINGUNG SAJA TERUS
Kenapa bingung?
Tak tahu, hanya ingin saja begitu
Hari ini pilih kanan
Besok gatal ingin kiri
