Langit tidak berubah
Tapi pikirku seperti daun gugur
Tak perlu jawab, tapi ingin tanya
Tak ingin tanya, tapi takut salah
Orang bilang tenang
Aku pura-pura bisa
Padahal di kepala—keributan kecil
Yang tak tahu sedang ribut tentang apa

Purwokerto, 2025.
PUJI DIRI YANG LAPAR
Aku tak ingin dipuji
Tapi kalau tidak—kenapa kecewa?
Like tak masuk, aku sedih
Tatapan tak kagum, aku rendah diri
Haus yang aneh
Minum validasi seperti air asin
Semakin teguk, semakin kering
Semakin haus, semakin hilang diri
Bahkan ibadah pun kadang ingin disorot
Bukan oleh Tuhan, tapi manusia
Beginikah aku?
Sedekah pun pakai niat dua sisi?
