Perempuan Berkuda di Panggung Sejarah

Meski sebelumnya sudah ada anggota parlemen perempuan, namun Umrah bisa dikatakan perempuan pertama di dunia politik dari kalangan pesantren. Yang menarik, peran Umrah di dunia politik bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi justru berada pada peran yang sangat strategis dan vital, karena menjadi kunci kemenangan partai. Hal ini bisa dilihat dari sambutan masyarkat yang hadir saat Umrah berkampanye.

Ada kisah menarik saat Umrah muda melakukan kampanye. Saat itu dia ditantang oleh seorang tokoh PKI untuk datang dan berkamanye di suatu daerah yang menjadi basis merah. Sang tokoh tersebut berjanji, kalau Umrah berani datang ke daerah tersebut dan berhasil menghijaukannya, maka dia beserta seluruh anak buahnya akan memilih partai NU. Tantangan ini diterima Umrah. Tanpa ada keraguan sedikitpun dia datang dan berkampanye di daerah yang disebut oleh sang tokoh PKI. Di luar dugaan, ternyata Umrah mendapat sambutan yang sangat dan meriah. Dia mampu  menarik hati rakyat dan berhasil menghijaukan daerah basis PKI tersebut. Atas kejadian ini, akhirnya sang tokoh PKI menepati janji, dia beserta para pendukungnya memilih partai NU pada Pemilu 1955. Ceritera Rosa ini diperkuat oleh Nyai Hj Mubasyiroh Syaemuri, teman seperjuangan Umrah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jejak sejarah Nyai Umrah ini sebenarnya menarik untuk dikaji, karena termasuk pioneer dalam mendobrak tradisi pesantren. Dia termasuk perempuan pertama yang menempuh pendidikan di luar kota. Pada akhir dekade 1940an dia meninggalkan komunitas pesantren Tambak Beras Jombang untuk menempuh pendidikan Sekolah Guru Agama (SGA) di Solo. Di kota ini dia mulai merintis karier menjadi seorang aktivis organisasi. Bakat berorganisasi ini terus dia pupuk sehingga pada 1955 dia mendirikan organisasi IPPNU, Ikatan Pelajar Putri NU. Setelah itu dia aktif di berbagai organisasi kewanitaan baik yang berada di bawah NU maupun yang di luar NU.

Tinggalkan Balasan