Aku telah sempurna membawamu pada semisal yang ada
menunggui setiap petang dengan para pelukis senja
menyusuri samudera gila pada rintik ujung Selasa
;yang lalu terjatuh pada palung terdalam kedewasaan
menyelami setiap bait kisah yang hampir selesai sebelum dimulai
keangkuhanmu pada malam-malam yang gulita
;menjadikan kerangkeng keabadianku tanpa engkau
tengoklah barang sekedipan mata,
jalan-jalan pematang yang memisahkan rumpun sawah kita
telah hilang penuh dipeluk ilalang panjang
;yang di sepanjangnya kita rajut kasih yang terkisah

Yogyakarta,2022.
TERUNTUK RIN (2)
Rin,
aku menegak racun waktu setiap purnama pada pentas Kijang Kencana
kerongkongan tercekat antara pedih dan rindu-rindu
duri-duri halus puisimu menghempas derap gelombang temu
menghujam diantara remahan senyummu yang abu-abu
duhai manisku,
sebentar lagi aku akan bernyanyi
diantara mendung dan pelangi
