Selain Penangkapan KH Hasyim Asy’ari, masih ada beberapa lukisan lain tentang Mbah Hasyim hasil karya Badrie. Bahkan, Badrie juga sedang mengawali riset untuk membuat lukisan Mbah Hasyim dalam peristiwa Resolusi Jihad.
Setelah Penangkapan KH Hasyim Asy’ari, Badrie menyelesaikan dua lukisan lainnya, masing-masing diberi judul Tiga Generasi dan Tiga Serangkai. Yang pertama berisi lukisan tiga figur, yaitu KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid. Yang kedua berisi lukisan tiga tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KH Hasyim Asy’ari, KH A Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.


Yang menarik, ada peristiwa lucu yang mengawali pengerjaan lukisan Tiga Generasi tersebut. Ceritanya, dalam suatu kesempatan, KH Said Aqil Siradj yang ketua itu menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) hendak berpidato di sebuah acara. Kiai Said meminta latar belakang panggung bergambar Mbah Hasyim namun tidak berjenggot.
Padahal, dari semua gambar yang beredar, Mbah Hasyim terlihat berjenggot. Sementara, saat itu jenggot dikesankan identik dengan gerakan Wahabi atau Islam radikal, yang bertentangan dengan garis NU sebagai jamiah Islam moderat. Badrie menolak membuat lukisan Mbah Hasyim tanpa jenggot. “Sebab, fakta historisnya beliau memang berjenggot,” ujarnya.
Akhirnya, latar belakang foto Mbah Hasyim tanpa jenggot tidak ada dalam momen tersebut. Yang menarik, setelah peristiwa itu Badrie justru membuat lukisan Mbah Hasyim tanpa memperlihatkan jenggotnya.
Dalam lukisan Tiga Generasi tersebut, sosok Mbah Hasyim ditempatkan pada pojok atas sisi kanan. Sementara, putranya, KH Wahid Hasyim, ditempatkan di sisi kiri agak ke bawah. Lalu, cucu Mbah Hasyim, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ditempatkan di sisi kanan, di bawah Mbah Hasyim. Namun, posisi peci Gus Dur yang berwarna hitam “menimpa” posisi jenggot Mbah Hasyim. Dengan demikian, jenggot sosok Mbah Hasyim dalam lukisan tersebut tak terlihat.
Bisa menjadi pertanyaan, Mbah Hasyim berjenggot atau tidak. “Kalau ada yang bertanya Mbah Hasyim jenggotan atau tidak, ya copot saja peci Gus Dur itu,” kelakar Badrie.
Lukisan Tiga Generasi itu sekarang masih tersimpan di rumah Badrie di Pasuruan. Sementara, lukisan Tiga Serangkai pendiri NU dipajang di gedung PBNU di Jakarta.
Saat ini, Badrie sedang melakukan riset untuk mengumpulkan bahan-bahan cerita dalam lukisan “Resolusi Jihad”. Yang saat ini terbayang, menurut Badrie, lukisan tersebut nantinya akan menggambarkan peristiwa ketika Mbah Hasyim membacakan naskah Resolusi Jihad.
“Mudah-mudahan lancar, kalau risetnya sudah cukup saya segera mulai membuat lukisannya,” kata Badrie.
Keterangan foto: Badrie berpose bersama Pak Ud, Sastrawan Taufiq Ismail, dan Fadli Zon (kini Menteri Kebudayaan).
