MENGEMBUSKAN KEMISKINAN
Aku menghela kemiskinan di dada
Seberat batu, mengempas ke udara
Sepertinya telah kenyang dengan banyak mimpi
Hingga hari ini
Di atas empuknya harapan semegah permadani
Aku hanyalah pecundang yang sudah sadar kembali
Dari tingginya hasrat, mencakar wajah nilai-nilai kasta
___kasta yang megah, seperti kastil, milik Rapunzel

Oh, kehidupan ini sudah seperti anak tangga
Yang dipuncak, orang-orang harus terengah
Untuk sampai di atas, lalu menatap ke lebih rendah
Bagaimanakah hatinya berbicara
Tentang hidup hanya perlu ditertawakan
Untuk orang-orang yang mengembuskan kemiskinan
Riau, 2026.
ORANG-ORANG TABAH
Di balik selimut yang hangat itu
Telinga dunia tak bisa mendengar
Tentang keluhnya sepanjang sungai Halmahera
Ia terbiasa tenang di permukaan
Matanya secerah bulan
Tapi mendung terus bekerja
Di dalam dadanya nan serapuh daun jatuh
Kita akan melihat betapa keras bukit di jiwanya
Sungguh rasanya hujan pun tak menembus
Cahaya matahari hanya berhasil pada celah sekecil jarum
Karena telah ada mendung
Hujan di sana jauh lebih riuh
Badainya lebih besar
Tapi, kita hanya diperlihatkan
Betapa indahnya sebuah bukit
Dengan hutan menghijau
