Pesantren, Cinta, dan Kemanusiaan

Dalam kumpulan tulisan Gus Dur yang dibukukan menjadi satu buku utuh berjudul Hubungan antara Agama dan Negara, terdapat satu tulisan menarik, yang sangat esensial sekali dengan kehidupan pesantren. Kehidupan yang meliputi ragam dinamika, baik di dalam ataupun dari luar pesantren. Baik konteks pembelajaran santri, pun kehidupan kiai. Jika boleh jujur, akhirnya berbondong-bondong para akademisi meneliti dan menggandrungi pesantren.

Ada yang menawarkan konsep pengetahuannya terhadap pesantren yang dipahami. Ada juga yang mengikuti alur dan gerak kehidupan pesantren itu sendiri. Maka wajar, jika kita temukan di sana-sini lembaga pendidikan dengan motto dan caption bercorak pesantren atau mencitrakan kehidupan pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Gus Dur dalam tulisannya yang berjudul “Masalah Kultur Kepemimpinan Islam” menegaskan bahwa ada sisi unik dalam historisasi kepemimpinan islam di negeri kita. Lantas kaitannya dengan pesantren bagaimana?

Pendidikan Islam di Indonesia didominasi oleh pesantren. Tercatat ada 26.973 pesantren di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam konteks ini adalah kepemimpinan Islam, yang muaranya terdapat di pesantren kemudian menjadi lokomotif penggerak sosial.

Pergerakan inilah yang kemudian menjadi dinamika baik di dalam pesantren ataupun di luar pesantren. Akhirnya masalah kultur kepemimpinan Islam, adalah bahasan yang sebenarnya terus berlanjut, bahkan mungkin sampai di masa depan akan tetap begitu.

Tinggalkan Balasan