Pesantren dan Jihad Ekologi Santri

Amanat Menjaga Bumi

Manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ, tentu mengemban tugas lebih untuk merawat dan menjaga bumi dengan baik. Tugas ini bisa dilihat ketika Allah menyinggung tentang proses penciptaan manusia dengan bumi (tanah) melalui firman-Nya dalam Surah Hūd ayat ke-61:

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Kepada (kaum) Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Hud: 61).

Selain proses penciptaan manusia dengan bumi (tanah), Allah juga tidak lupa menyuruh manusia untuk bisa memakmurkan sesuatu yang dari itu manusia diciptakan. Mufasir Ṭanṭawī Jauharī (1862-1940) melalui kitab tafsirnya, al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm, menafsirkan ayat di atas sebagai penjelasan tentang keberadaan manusia untuk memelihara alam atau lingkungan (wasta’marakum fīhā). Selaras dengan itu, Ibnu Katsīr dalam kitabnya juga memaparkan bahwa manusia harus menjadi inisiator kebaikan sekaligus pemelihara lingkungan.

Selain Surah Hūd ayat 61 di atas, di dalam Al-Qur’an juga banyak ditemukan ayat yang menjelaskan terkait pentingnya merawat bumi (lingkungan). Seperti yang tercantum dalam Surat Al-A’raf ayat ke-56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.” Melalui dua ayat tersebut, cukup gamblang untuk mengatakan bahwa manusia mempunyai tugas untuk menjaga alam dengan baik, alih-alih merawatnya.

Santri dan Ikhtiar Merawat Bumi

Sebagai seorang yang berstatus santri dari kecil, saya suka berspekulasi tentang bagaimana santri kelak akan menjadi entitas nomor satu di Indonesia yang tidak diragukan lagi. Berangan-angan hanya santri-lah satu-satunya yang bisa mengatasi dan mencari jalan keluar atas segala masalah yang melanda bangsa ini. Mulai dari konflik atas nama agama, politik, sosial, kesehatan, apalagi lingkungan. Masalah apapun itu, intinya santri solusinya.

2 Replies to “Pesantren dan Jihad Ekologi Santri”

Tinggalkan Balasan