Pertama, nilai religius. Nilai ini sudah menjadi ciri khas dari pesantren sendiri. Pesantren selalu mengajarkan seseorang untuk selalu mengutamakan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Santri ditekankan untuk selalu berkata dan berperilaku jujur, ikhlas, tekun, dan bersyukur. Sikap ini akan sangat berpengaruh bagi kehidupan santri di masa depan. Pendidikan agama yang intensif akan memberikan landasan moral yang kuat bagi santri, sehingga mereka dapat menjadi individu yang berkarakter baik.
Kedua, nilai sosial. Nilai sosial akan selalu dibutuhkan dalam kehidupan. Mengingat manusia itu sendiri adalah makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendiri. Maka pesantren mengajarkan nilai sosial kepada santri seperti peduli kepada sesama, rasa tanggung jawab, dan toleransi kepada sesama santri. Jika sifat ini sudah terbiasa dilakukan, maka nanti ketika sudah hidup di masyarakat seseorang tidak akan sulit menghadapi berbagai karakter di masyarakat.

Ketiga, nilai disiplin. Pesantren menekankan pentingnya karakter disiplin. Setiap santri diwajibkan untuk mengikuti dan menaati peraturan yang ada. Selain itu, santri diajarkan untuk selalu konsisten dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Santri diharuskan mengikuti jadwal harian yang sudah ditentukan yang dimulai dari bangun tidur, sholat berjamaah, belajar, hingga keiatan yang lainnya. Hal ini mampu mengajarkan santri untuk menghargai waktu dan menjalankan tanggung jawb dengan baik.
Keempat, nilai kemandirian dan tanggung jawab. Nilai ini akan sangat berpengaruh baik bagi kehidupan seseorang kedepannya. Hidup di pesantren membuat santri harus belajar mandiri, mulai dari mengatur waktu, menjaga kebersihan, hingga tanggung jawab atas tugas-tugas yang diberikan. Kemandirian ini adalah salah satu aspek penting dari pendidikan karakter di pesantren, karena santri dilatih untuk tidak selalu bergantung pada orang lain.
Kemandirian di pesantren juga diajarkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan kerja sama dan gotong royong. Dengan adanya sikap kerja sama tim yang baik akan mewujudkan karakter kemandirian yang baik pula. Hal ini juga dapat digunakan dalam dunia kerja dan dunia bermasyarakat.
Kelima, nilai kepemimpinan. Pendidikan pesantren juga berfokus pada pembentuka jiwa kepemimpinan. Santri diajarkan untuk menjadi pemimpin yang adil, bertanggung jawab, dam mampu bekerja sama dengan orang lain. Hal ini diwujudkan dengan kegiatan organisasi, musyawarah, dan diskusi. Santri dilatih untuk berani mengemukakan pendapat, mendengarkan pandangan orang lain, dan mengambil keputusan yang bijak.
Tantangan Pesantren
Meskipun pesantren memiliki banyak keunggulan dalam pendidikan karakter, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam implementasinya. Perubahan sosial dan teknologi menjadi tantangan bagi pesantren.
