Pesantren di Banyuwangi Siap “New Normal”

Ketiga, tiap-tiap pesantren harus membentuk satgas penanganan Covid-19 di tingkat pesantren. Satgas penanganan Covid-19 terdiri dari unsur pengurus dan dewan asatidz yang telah dibekali dengan pelatihan dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat. Salah satu tugas satgas adalah memastikan para santri menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, pembelajaran yang mengatur jarak, hingga pembiasaan cuci tangan dan sebagainya.

Atas hasil rapat tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwari Kertosari, KH Ahmad Sidiq, mengaku siap menerima santri baru dan santri lama sesuai dengan anjuran protokol kesehatan untuk pencegahan virus Corona. “Sudah ada panduan dari PCNU, dengan pertemuan ini kami malah lebih jelas dan paham. Apalagi juga langsung difasilitasi dan disampaikan langsung dari pihak yang berkompeten,” ujar KH Ahmad Sidiq.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rapat yang diiniasi PC NU ini memperoleh apresiasi dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ia memastikan pondok pesantren bisa dibuka kembali asalkan memenuhi protokol kesehatan sebagaimana konsep “New Normal” yang disepakati. “Kami tidak ingin ada cluster pesantren sebagai tempat penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. Ini memerlukan disiplin dari semua pihak,” kata Bupati Anas. Namun begitu, belum dipastikan mulai kapan pondok pesantren di Banyuwangi kembali dibuka.

Tinggalkan Balasan