Kiai Sahal mengatakan bahwa pesantren mengadopsi kepercayaan bahwa ilmu pengetahuan hanya berguna jika diamalkan. Dan amal hanya berguna jika dijaga untuk selalu berada di jalan kebaikan. Maka dari itu, seharusnya pesantren menjadi tempat untuk mengimplementasikan berbagai kandungan-kandungan di dalam Al-Quran dan juga meneladani sikap dan sifat perilaku nabi. Tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja tetapi juga merasakan sentuhan agama di dalam kalbu. Orang yang mengerti ilmu agama belum tentu bisa merasakan agama.
Dari situlah, ilmu pengetahuan dan etika yang bersandar pada nilai-nilai ketuhanan akan menghasilkan perilaku-perilaku yang baik. Tidak mudah tersulut emosi, tidak memiliki sifat iri hati, dapat mengkondisikan hati agar tidak memiliki sifat dengki, sombong, serakah.

Memiliki sifat welas asih kepada sesama, memiliki sikap toleransi, tidak mengambil hak orang lain, tangguh dan sabar, setidaknya tidak memiliki sifat kejam apalagi sampai membunuh.
Sebagai langkah preventif, tindak laku santri perlu pengawasan ketat. Saya rasa pemasangan kamera CCTV bisa menjadi salah satu alternatif sebagai alat bantu untuk mengawasi para santri, yang dipasang bukan hanya tempat-tempat yang sering disinggahi santri melainkan di sela-sela tempat yang jarang di singgahi. Selain itu juga harus ada pendekatan persuatif terhadap para santri dan bersifat terbuka.
